PasereInfo,SulSel - Program Gerakan Ayo Kuliah (GAK) merupakan kegiatan yang dicanangkan oleh Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) melalui Koordinator Wilayah III (Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar). Kegiatan ini bertujuan membuka, dan memperluas akses Pendidikan Tinggi (PT) serta dukungan beasiswa bidikmisi/jenis beasiswa lainnya/keringanan UKT bagi siswa/Anak PKH kelas 12 melalui serangkaian kegiatan edukasi, motivasi dan pendampingan dari SDM PKH Sulawesi Selatan III.


Dalam arahannya, Koordinator Wilayah PKH Sulawesi Selatan III, Jupri, menerangkan “Kegiatan ini kami luncurkan dengan resmi mulai Tahun 2020 ini, sebagai salah satu upaya memberi warna baru dalam ber-PKH. Dengan mengingat bahwa Bansos PKH intervensinya hingga jenjang SMA/SLTA/SMK. Maka, semoga kegiatan ini bisa menjadi salah satu perantara terbukanya kesempatan yang sama kepada anak-anak PKH yang memiliki mimpi untuk melanjutkan pendidikan pada tingkatan Perguruan Tinggi. Sebagai salah satu jalan memperbaiki hidup dan derajat keluarga”. Ungkap Jupri, Jumat (18/09).

Target kami di kesempatan awal peluncuran “Gerakan Ayo Kuliah” (GAK) Tahun 2020 ini, adalah memberikan Edukasi, Sosialisasi, Motivasi, hingga Advokasi kepada anak didik PKH beserta orang tua (Penerima manfaat PKH) yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya wilayah III, Dengan harapan, semoga anak PKH berhasil masuk PT dan sebagaian besar mendapatkan beasiswa bidikmisi, beasiswa lainnya, serta keringanan UKT bila memungkinkan,” katannya. 


Gerakan Ayo Kuliah (GAK) ini disambut baik oleh PPKH Kabupaten Bulukumba dengan mencetak sejumlah 6 Anak KPM PKH yang baru saja melanjutkan kuliah pada tahun ajaran 2020/2021 dan terdapat 13 Anak yang telah menjalani perkuliahan pada tahun-tahun sebelumnya di berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 


Kabar lain yang lebih membanggakan yakni salah satu Anak KPM PKH di Kabupaten Bulukumba tepatnya di Desa Bonto baji Kecamatan Kajang dinyatakan lulus CPNS tahun 2020. 


Hampir setiap orang tua yg dalam hal ini KPM PKH berharap agar anaknya mendapatkan kuliah gratis.


Sebaran secara total anak KPM PKH yang berhasil menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi yakni 17 org yg tersebar di PT negeri maupun swasta diantaranya 2 orang di UNHAS, 2 orang di UNM, 2 orang di UIN Alauddin, 2 orang di UNISMUH Makassar, 1 orang di UNISMUH Bulukumba, 1 orang di STIEM BONGAYA, 1 orang di STIBA Makassar, 1 orang di STIMIK HANDAYANI, 1 orang di POLTEKES Makassar, 1 orang di STIKES PANRITA HUSADA Bulukumba, 1 orang di STIMIK Akba makassar, 1 orang di Universitas MUHAMMADIYAH Sinjai, dan 1 orang di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.


Menurut Koordinator PKH Kabupaten Bulukumba, Besse Nasriana Jabbar, “Keberhasilan Gerakan Ayo kuliah 2020 ini tentu membutuhkan peran pendamping sosial PKH yang secara langsung berkomunikasi dengan keluarga penerima manfaat PKH khususnya dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Kami Berharap kedepan melalui program Gerakan Ayo Kuliah akan lebih banyak anak dari keluarga penerima PKH Kab. Bulukumba yang dapat meraih cita-cita dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik, peran serta dan dukungan pemerintah pusat dan daerah juga di butuhkan agar program ini dapat terus membantu menyejahterakan masyarakat, terang Besse.”


Reski Purnama, pendamping Sosial Tugas Khusus Supervisor PKH Kab. Bulukumba menambahkan bahwa, “ memang benar P2K2 yg dilaksanakan setiap bulan merupakan wadah yang paling tepat untuk memberikan motivasi serta advokasi kepada KPM PKH terkhusus Modul Pengasuhan dan Pendidikan Anak yang berkaitan dg pentingnya setiap anak mendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi yang dimana kelak bisa membantu orang tuanya keluar dari garis kemiskinan serta memutus ratai kemiskinan menuju kehidupan yang jauh lebih sejahtera,” terang Reski.

Post a Comment

Previous Post Next Post