PASEREINFO.COM,BULUKUMBA, –Siapa yang tidak kenal dengan sosok Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto (TSY). Di mata masyarakat, sosok TSY sudah sangat dikenal oleh masyarakat Bulukumba.
Ketua DPD NasDem Bulukumba itu dikenal sosok milenial yang mudah berbaur dengan masyarakat terlebih lagi dengan pemuda milenial.
Kesuksesannya membesarkan NasDem di Bulukumba terbukti di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu Dimana, NasDem berhasil meraih lima kursi di DPRD Bulukumba.
Meskipun begitu, ia selalu menampik bahwa bukan hanya seorang TSY saja yang membangun dan membesarkan nama NasDem di Bulukumba.
“Diluar sana banyak sekali bias informasi bahwa seolah-seolah saya saja yang berjasa di NasDem. Saya tidak mengatakan begitu, saya hanya mengatakan saya selaku Ketua DPD NasDem Bulukumba sudah menjalankan amanah partai menjalankan amanah partai,” katanya.
“Di bawah kepemimpinan saya, partai NasDem mendapatkan lima kursi bahkan mendapatkan suara terbanyak, karena kami bekerja kolektif tetapi dalam bentuk pertanggungjawaban saya selaku ketua dong. Saya klaim itu tidak haramji, karena saya selaku ketua DPD,” tambahnya.
Ia pun membeberkan bahwa Nasdem Bulukumba sudah sangat bekerja keras memenangkan Pileg 2019 yang lalu.
Siapa yang bekerja keras? ya semua orang, karena saya hanya leader disitu tapi kalau Nasdem gagal saya yang dimintai pertanggungjawabannya,” bebernya.
Wakil Bupati Bulukumba itu menuturkan, saat dirinya memutuskan untuk maju di Pilkada Bulukumba 2020 terlebih dahulu izin ke DPW dan DPP NasDem.
Saat membangun komunikasi politik dengan partai lain pun karena restu dari DPW dan DPP.
“Saya sudah diminta secara langsung untuk membangun komunikasi. Jadi bukanji kajili-kajili ini. Kalau kajili-jili itu tidak ada komunikasi DPW dan DPP,” jelasnya.
Saat menerima rekomendasi dari PDIP, TSY juga sudah permisi dengan DPW dan DPP. itu untuk menjaga etika politik saya selaku ketua DPD.
“Saya selaku Ketua DPD Nasdem Bulukumba selalu membangun komunikasi dengan pengurus partai untuk mensosialisasikan ini, relawan-relawan, komunitas-komunitas juga sudah bergerak juga. Hasilnya dari lembaga survei yang terpercaya kita sudah mencapai elektabilitas tinggi dari sekian banyak calon, itu artinya tim bekerja,” jelasnya.
“Komunitas sudah terbangun, internal juga mulai membaca situasi, setelah partai cukup semua partai kita akan bentuk secara massif,” pungkasnya.

Post a Comment